Nokia X Resmi Diperkenalkan ke Indonesia, Mulai Dijual pada 12 April dengan Banderol 1,6 Juta Rupiah
dan Fungsi Bahasa sebagai Alat Komunikasi
Artikel bertema bahasa
Bahasa Indonesia adalah bahasa
resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia Hingga saat ini,
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata
baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa
asing.
Meskipun dipahami dan dituturkan oleh
lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi
kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu
dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu.Fonologi dan tata
bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah.
APA
BAHASA ITU?
Menurut para ahli pengertian bahasa sebagai berikut :
-
Bill Adams : Bahasa adalah sebuah sistem
pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif
-
Wittgenstein : Bahasa merupakan bentuk pemikiran
yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan
struktur yang logis
-
Ferdinand De Saussure : Bahasa adalah ciri pembeda
yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya
sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain
-
Plato : Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan
pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan
rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara
lewat mulut
-
Bloch & Trager : Bahasa adalah sebuah sistem
simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial
bekerja sama.
-
Carrol : Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural
mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan,
atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok
manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda,
peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia
-
Sudaryono : Bahasa adalah sarana komunikasi yang
efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai
sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.
-
Saussure : Bahasa adalah objek dari semiologi
-
Mc. Carthy : Bahasa adalah praktik yang paling
tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir
-
William A. Haviland : Bahasa adalah suatu sistem
bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat
ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.
Fungsi Bahasa
-
Bahasa sebagai sarana komunikasi. Bahasa Indonesia
berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut
digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka
ragam, misalnya komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan
komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.
-
Bahasa
sebagai sarana integrasi dan adaptasi. Dengan bahasa orang dapat menyatakan
hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya : integritas kerja dalam sebuah
institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga,
integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.
-
Bahasa
sebagai sarana kontrol social. Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk
mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling
memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol – simbol lain
yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk
aturan, anggaran dasar, undang – undang dan lain – lain.
-
Bahasa sebagai sarana memahami diri. Dalam
membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi
dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan
dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya,
kemauannya, tempramennya, dan sebagainya. Pemahaman ini mencakup kemampuan
fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan
lain – lain. Dari pemahaman yang cermat atas dirinya, seseorang akan mampu
membangun karakternya dan mengorbitkan-nya ke arah pengembangan potensi dan
kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.
-
Bahasa sebagai sarana ekspresi diri. Bahasa
sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai
yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi
sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga
dan prihatin kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).
-
Bahasa sebagai sarana memahami orang lain. Untuk
menjamin efektifitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti
dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakaian bahasa
dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: potensi biologis,
intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yang melandasi
pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguines, melankolis, kholeris,
flagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemempuan inovasinya, motifasi
pengembangan dirinya, dan lain – lain.
-
Bahasa sebagai sarana mengamati lingkungan sekitar.
Bahasa sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian
konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat
mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang
melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi
objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan
mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulan.
-
Bahasa
sebagai sarana berfikir logis. Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang
dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis
sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual.
Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang
harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakn hal yang abstrak. Untuk itu,
diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga
mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.
-
Bahasa membangun kecerdasan. Kecerdasan berbahasa
terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah
kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi,
analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat
sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi
kebahasaan.
-
Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda. Selain
kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan
sekaligus. Kecerdasan kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan.
Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang
studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif.
Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus
elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang
sudah ada.
-
Bahasa membangun karakter. Kecerdasan berbahasa
memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan
kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan
potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada
tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan
dirinya akan menbuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.
-
Bahasa Mengembangkan profesi. Proses pengembangan
profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri
(kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu
pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian puncak karier /
profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa komunikasi atau
interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya. Untuk itu semua
kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam
berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya.
-
Bahasa sarana menciptakan kreatifitas baru. Bahasa
sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran
yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu
sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya. Melalui pendidikan yang
kemudian berkembang menjadi suatu bakat intelektual. Bakat alam dan bakat
intelektual ini dapat berkembang spontan menghasilkan suatu kretifitas yang
baru.
Referensi :
SEJARAH
Pada mulanya masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri. Manusia dulu jika lapar maka mereka berburu, membuat pakaian sendiri dari bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri., jadi apa yang diperoleh itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Jika ada barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri makan mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Pada akhirnya muncul sistem “Barter” yang merupakan barang yang ditukar dengan barang.
Namun dalam sistem ini banyak kesulitan yang ditemukan diantaranya adalah kesulitan menemukan orang yang mempunyau barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat ditukar satu sama yang lainnya dengan nilai yang sama.
Untuk mengatasi hal ini timbullah pemikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda yang digunakan tersebut merupakan benda bernilai tinggi. Dulu kerang pernah menjadi alat tukar sebelummanusia menemukan uang logam.
Namun dengan begitu alat tukar sudah ada kesulitan masih ada contohnya belum mempunyai pecahan sehingga penentuan niali uang, penyimpanan, dan pengangkutan menjadi sulit serta kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama. Setelah itu barulah muncul uang logam. Logam dijadikan alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah namun tidak mengurangi nilai dan mudah dipindah-pindahkan. Logam memenuhi syarat-syarat berikut yaitu emas dan perak. Uang emas dan perak disebut uang penuh(full bodied money) yang berarti nilai bahan uang sama dengan nilai nominalnya.
Dengan perkembangan perekonomian, semakin banyak tukar-menukar namun alat tukar uang logam namun jumlah logam mulia sangat terbatas. Karena itu diciptakanlah uang kertas.
DEFINISI
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional merupakan sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum. Dalam ilmu ekonomi modern uang merupakan sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang dan jasa serta kekayaan yang berharga lainnya juga untuk pembayaran hutang.
Uang merupakan alternatif yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai.
Di indonesia yang merupakan satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal adalah Bank Indonesia. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.
SYARAT-SYARAT DITERIMA SEBAGAI UANG
- Benda itu harus diterima secara umum agar bisa diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi.
- Bahan yang digunakan harus tahan lama.
- Kualitasnya cenderung sama(uniformity).
- Jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan
- Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai(divisibility)
- Memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu(stability of value).
MANFAAT UANG
- Uang dapat membantu banyak fakir miskin dan anak yang tinggal disekitar uang, disini uang bukan merupakan alat tukar namun dengan uang kita dapat membantu saudara kita yang membutuhkan.
- Uang dapat memberikan pengetahuan. Artinya dengan uang kita bisa membayar pendidikan kita.
- Uang sebenarnya bukanlah kebutuhan manusia yang utama, namun banyak manusia yang akhirnya berusaha memnuhi kebutuhannya akan uang dengan menemouh berbagai cara.
- Sebagai mahar dalam pernikahan
- Sebagai koleksi. Banyak orang yang mengkoleksi berbagai mata uang dari negara-negara lain yang pernah dikunjungi.
- Untuk sedekah
- Uang sebagai media untuk menunjukkan solidaritas
- Sebagai barang bukti suatu perkara di pengadilan
JENIS-JENIS UANG
A. Berdasarkan Bahan
- Uang logam
Uang yang dibuat dari semacam logam tertentu dengan berat dan kadar tertentu.
- Uang kertas
Uang fiduciary(uang kepercayaan), karena semua masyarakat mau menerima uang tersebut sebagai alat pembayaran, walaupun nilai instriknya jauh lebih kecil daripada nilai nominalnya. Digunakan uang kertas karena uang logam tidak dapat digunakan untuk jumlah yang besar, biaya untuk membuat uang logam relatif mahal dan uang logam kurang praktis.
B. Berdasarkan lembaga pembuatnya
- Uang kartal
Uang yang diberi tanda atau cap pemerintah, sehingga berlaku untuk alat pembayaran yang sah dan dapat diterima umum. Uang kartal dibagi 2 yaitu uang logam dan uang kertas yang dicetak dan diedarkan oleh bank sntral(bank indonesia).
- Uang giral
Simpanan pada bank yang dapat diambil dengan menggunakan sek, giro atau surat perintah pembayaran lainnya yang dicetak atau dibuat oleh bank umum.
Uang giral terdiri dari :
a. Cek merupakan perintah yang diterima dari pihak lain sebagai alat untuk pembayaran.
b. Giro merupakan alat untuk memindahkan uang giral ke rekening orang lain namun uang giral buka uang tunai
c. Telegrafic transfer merupakan pemindahan pembayaran atas suatu transaksi melalui bank.
C. Berdasarkan nilainya
- Nilai nominal merupakan nilai yang tertera pada uang tersebut
- Nilai instriknya merupakan nilai pembuatan uang itu sendiri.
Berdasarkan nilai nominal dan instriknya, uang dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Uang bernilai penuh
Uang yang nilai instriknya sama dengan nilai nominal
b. Uang yang tidak bernilai penuh
Uang yang nilai intrinsiknya lebih kecil daripada nilai nominalnya. Nilai intrinsik uang jauh lebih rendah dari nilai nominal yang tertulis diatas uang.
D. Berdasarkan wilayah
- Uang domestik
Uang yang berlaku hanya disutau negara tertentu, diluar negara tersebut mungkin berlaku dan mungkin tidak berlaku
- Uang internasional
Uang yang berlaku tidak hanya dalam suatu negara tetapi juga berlaku dan diakui di berbagai negara didunia
REFERENSI :
https://id.wikipedia.org/wiki/Uang
http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis-jenis_uang
http://ssbelajar.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-uang.html
http://www.anneahira.com/pengertian-uang.htm
http://caramengelolauang.com/serba-serbi/manfaat-uang-bagi-manusia
Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
Konsep Pendapatan Nasional
- Produk Domestik Bruto(GDP)
Merupakan jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara selama satu tahun. Di dalam GDP ini perusahaan asing yang terdapat didalam negara yang bersangkutan hasil produksinya juga dihitung. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutanyya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto(kotor).
- Produk Nasional Bruto(GNP)
Meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara selama satu tahun termasuk yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
GNP = GDP-Produk netto terhadap luar negeri
- Produk Nasional Neto(NNP)
Adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (replacement). Replacement penganntian barang modal atau penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
NNP = GNP-Penyusutan
- Pendapatan Nasional Neto(NNI)
Adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain contoh pajak penjualan, pajak hadiah dan lain-lain.
- Pendapatan perseorangan (PI)
Adalah jumlah yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang didapat tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan juga menghitung pembayaran transfer(transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu.
PI = (NNI + transfer paymen)-(laba ditahan+iuran asuransi+iuran jaminan sosial+pajak perseorangan)
- Pendapatan yang siap dibelanjakan(DI)
Adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan menjadi investasi.
DI = PI – Pajak langsung
Pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.
Tujuan mempelajari pendapatan nasional
- Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara
- Untik memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
- Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
Manfaat mempelajari pendapatan nasional
- Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu negara
- Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau propinsi
- Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar negara
- Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
Metode pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga ekonomi dalam suatu negara selama satu tahun
Y = C + I + G + (X-M)
CONTOH SOAL :
Suatu negara mempunyai pendapatan nasional sebagai berikut :
Konsumsi masyarakat = Rp. 80.000.000
Pendapatan laba usaha = Rp. 40.000.000
Pengeluaran negara = Rp. 250.000.000
Pendapatan sewa = Rp. 25.000.000
Pengeluaran investasi = Rp. 75.000.000
Ekspor = Rp. 50.000.000
Impor = Rp. 35.000.000
Hitunglah pendapatan nasional dengan pendwkatan pengeluaran ?
Jawab :
Y = C + I + G + (X-M)
Y = 80.000.000 + 75.000.000 + 250.000.000 +(50.000.000 – 35.000.000)
Y = 405.000.000 + 15.000.000
Y = 420.000.000
Jadi pendapatan nasional menggunakan pendekatan pengeluaran adalah Rp. 420.000.000
Ket :
Y = pendapatan nasional
C = pengeluaran konsumsi rumah tangga konsumen
I = pengeluaran investasi rumah tangga produsen
G = pengeluaran pemerintah dari rumah tangga pemerintah
X = Ekspor
M = Impor
Referensi :
http://ratihpramitasari.blogspot.com/2012/04/contoh-soal-pendapatan-nasional.html
http://student.uniku.ac.id/d1cyber/2013/01/23/pendapatan-nasional/

