Penulis :  Tofin Bravo                                                                                                       



CHIP.co.id – Google baru saja merilis daftar perkembangan sistem operasi Android terbarunya. Sama seperti sebelumnya, Android KitKat meningkat pesat jika dibandingkan dengan tahun lalu mencapai 37%.
Google memperkirakan sistem operasi terbarunya tersebut saat ini digunakan hampir sebanyak 8,5% dari semua perangkat Android yang ada atau meningkat 5,3% jika dibandingkan bulan lalu. Sedangkan penguasaaan sistem operasi Android lainnya seperti Jelly Bean, Ice Cream Sandwich, dan Froyo semakin berkurang.
Berikut ini adalah daftar perkembangan sistem operasi Android KitKat 4.4 dalam tiga bulan terakhir:

Meskipun jika dibandingkan dengan sistem operasi dari Apple dianggap tidak sesuai, sistem operasi iOS7 berjalan hampir 87% dari semua perangkat berbasis iOS.
Tanggapan:
Ini merupakan hal positif pagi pengembang perangkat Google Kitkat untuk mengeluarkan os ini. Walaupun tidak sebaik apple namun ini merupakan pencapaian google kitkat yang sudah sangat baik. Semoga mereka mengembangkan kembali sistem operasi lainnya dan dapat mengimbangi apple.  


Penulis :  Nur Hasanah 

CHIP.co.id - Tim mahasiswa Ilmu Komputer UGM berhasil mengembangkan metode untuk memudahkan mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana dalam sebuah aplikasi bernama Quick Disaster. 
Menurut rilis yang CHIP terima, aplikasi Quick Disaster ini mampu menampilkan langkah tahapan antisipasi berbagai bencana, seperti erupsi gunung berapi, tanah lonsor, topan tornado, gempa bumi, hujan abu vulkanik, banjir, kebakaran, dan tsunami. Namun sayangnya, aplikasi yang sedang dikembangkan tersebut hanya dapat diakses pada perangkat kacamata Google Glass yang berbasis visual dan suara.
Daniel Oscar Baskoro, salah satu anggota tim riset, mengatakan pemilihan Google Glasss sebagai perangkat untuk aplikasi Quick Disaster yang mereka buat ini dikarenakan informasi yang ditampilkan perangkat Google Glass jauh lebih cepat dan lebih ringkas ketimbang menggunakan perangkat mobile.
“Kita berpikir suatu saat perangkat digital ini akan melekat pada tubuh manusia seperti halnya dengan adanya teknologi jam pintar atau gelang pintar,” kata Daniel. Selain Daniel, Aplikasi Quick Disaster ini melibatkan empat orang mahasiswa lainnya Zamsyari, Bahrunur, Sabrina Anggraini, dan Maulana Rizki.
Seperti diketahui, Google Glass merupakan kacamata pintar hasil dari produk riset Perusahaan Google yang mampu memproses dan menampikan informasi layaknya smartphone
Aplikasi yang tengah dikembangakan mahasiswa UGM pada pada perangkat Google Glass ini bisa menampilkan informasi secara visual mengenai tahapan solusi untuk mengantisiapasi dampak bencana. Aplikasi ini menurut Sabrina Anggraini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengantisipasi bencana saat kejadian bencana berlangsung. 
Untuk saat ini, aplikasi Quick Disaster masih dalam tahap riset dan pengembangan, pasalnya beberapa fitur yang perlu masih disempurnakan. Menurut Sabrina, dalam waktu dekat, aplikasi ini akan dipresentasikan dalam konferensi internasional di Eropa dan Amerika.

Tanggapan :
Ini merupakan hasil kreativitas mahasiswa indonesia yang memperhatikan lingkungan sekitar dalam mengembangkan perangkat ini. Namun perangkat ini terlihat mahal dan sulit digunakan bagi kaum awam. Semoga setelah dipresentasikan di Eropa dan Amerika jika diterima, maka diharapkan akan disosialisasikan kepada masyarakat daerah yang memiliki rawan bencana paling besar.



Penulis :  Eko Lannueardy 


Foto: Arcor.de

CHIP.co.id - Anda pengguna Android, kini harus lebih wasapada. Pasalnya, sebuah ancaman atau malware terbaru mulai menyasar pengguna smartphone atau tablet yang identik dilambangkan dengan robot hijau. Malware itu disebut Ransomware yang teridentifikasi telah didistribusikan oleh sebuah kelompok yang dikenal dengan nama Reveton Team. Celakanya, malware tersebut sudah perjual-belikan ke sejumlah orang yang ingin menggunakannya.
Awalnya, malware serupa hanya ditemukan di PC berbasiskan Windows yang akhirnya kini menyebar menuju pengguna perangkat bergerak, seperti smartphone ataupun tablet. Oleh sebagian orang mengatakan bahwa sistem operasi Android masih cukup aman. Namun, tidak ada salahnya jika kita tetap waspada. Apalagi, saat ini banyak ditemukan aplikasi yang mencurigakan untuk mengambil keuntungan dari penggunanya.

Kembali kemasalah ancaman yang telah disebutkan, pertama kali malware ini akan menampilkan pesan yang berisi seakan-akan aplikasi antivirus yang terpasang di perangkat Android Anda tidak maksimal. Untuk itu, Anda diminta untuk meng-update antivirus yang bersangkutan. Apa yang selanjutnya dilakukannya adalah mengenkripsi file Anda lalu mengeluarkan sebuah pemberitahuan bahwa Anda telah menyimpan file-file ilegal. 
Selanjutnya, malware tersebut akan mengunci akses ke aplikasi yang ada dan meminta Anda untuk melakukan pembayaran guna membuka aplikasi tersebut dan agar terus bisa menggunakannya. Uniknya, seluruh interface malware ini terlihat begitu menyakinkan pengguna sehingga terlihat sebagai aplikasi yang sah. 
                                                                   


Bagian terburuk dari semua itu adalah saat Anda me-reboot perangkat, Anda tidak lagi bisa mengakses aplikasi yang ada di perangkat Android milik Anda. Tentu saja, masalah ini akan terus muncul dan sangat menggangu. Cara termudah yang bisa dilakukan adalah melakukan Factory Reset. Kendalanya, Anda akan kehilangan semua aplikasi dan data yang dimiliki. Tentu saja, tidak semua orang melakukan hal ini.

Guna mencegah hal tersebut tidak terjadi pada perangkat yang Anda gunakan, sudah sepatutnya install aplikasi antivirus yang terus di-update. Selain itu, jangan pernah mengunduh aplikasi yang mencurigakan dan juga berasal dari marketplace yang tidak jelas keberadaannya.
Cara lainnya, gali informasinya secara detail semua aplikasi yang ingin Anda install dan lakukan verifikasi secara manual. Hal ini tentunya berguna untuk menghindari aksi penipuan saat perangkat mengunduh atau meng-install yang aplikasi yang bersangkutan. Saat proses instalasi berjalan, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lainnya, seperti hak akses ke jaringan yang Anda gunakan.
Tanggapan :
Ini sangat membahayakan bagi pengguna Android, kita harus selalu waspada tentang aplikasi yang tiba-tiba muncul untuk meminta update dan aplikasi yang tiba-tiba minta diunduh. Sebagai pengguna android kita harus teliti dengan aplikasi yang akan diunduh dan membaca keterangan yang terdapat di aplikasi tersebut.

Penulis :  Eko Lannueardy 


CHIP.co.id - Tidak berhenti untuk merilis Galaxy S5, Samsung kabarnya sedang memperkaya lini smartphone terbarunya dengan membuat Galaxy S5 Mini. Seperti yang dikabarkan oleh Talk Android, Zabua salah satu situs online eksport/import telah memperlihatkan bocoran spesifikasi Samsung Galaxy S5 Mini.



Hadir dengan dukungan layar 4,5 inci (tepatnya 4,7 inci), smartphone ini juga mengusung teknologi Super AMOLED dengan resolusi 720p. Hal itu tentunya setingkat lebih baik dibandingkan S4 Mini (4,3 inci dengan resolusi 540 x 960). Spesifikasi lainnya yang turut diperlihatkan adalah penggunaan dapur pacunya yang memanfaatkan prosesor quad core Snapdragon 400 dari Qualcomm.
Berbeda dengan seri Galaxy S5, versi mini yang dikembangkan oleh Samsung rencananya hanya membekali RAM sebesar 1,5 GB dan bersanding utuh dengan media penyimpanan internal sebesar 16 GB. Lalu, bagaimana dengan kameranya? Galaxy S5 Mini membenamkan kamera utama 8 MP dan kamera sekunder 2 MP.
Salah satu fitur unggulan yang digadang-gadang oleh Samsung dengan hadirnya Galaxy S5 adalah dukungan sertifikasi IP67. Hal yang sama juga dilakukan oleh produsen smartphone asal Korea Selatan ini ke dalam Galaxy S5 Mini buatannya. Sertifikasi IP67 mengindikasikan bahwa perangkat tersebut dapat direndam ke dalam air selama 30 menit.
(Talk Android)

Tanggapan :
Ini merupakan kebiasaan samsung jika telah mengeluarkan smartphone yang baru, maka akan memunculkan versi mininya. Namun akan berbeda dengan yang baru, contohnya saja galaxy s5 mini yang RAM-nya telah dikurangi oleh pihak samsung dan keunggulan lain yaitu dapat direndam di air selama 30 menit. Sepertinya pihak samsung akan mengembangkan smartphone mereka agar lebih memuaskan penggunanya.


Penulis :  Nur Hasanah 




CHIP.co.id - Ingin membuktikan kemampuan pelajar Indonesia, Intel Indonesia akan kirimkan 11 pelajar untuk berkompetisi dalam Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 yang akan diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat, 11-16 May 2014.
Intel ISEF merupakan kompetisi sains internasional untuk pelajar terbesar dunia yang menyediakan forum tahunan untuk lebih dari 1.700 siswa SMA dari lebih 70 negara dari seluruh dunia. Pada acara ini, para inovator muda berkesempatan untuk berbagi ide, memamerkan riset mutakhir, dan bersaing untuk memperebutkan lebih dari USD 4 juta dalam bentuk penghargaan dan beasiswa.
Director Public Affairs Intel Indonesia, Deva Rachman, menyampaikan bahwa Intel telah mendukung Intel ISEF sejak tahun 1997. “Kami mendorong antusiasme generasi muda yang mempelajari matematika dan sains dan berkontribusi pada masa depan dunia,” kata Deva. 



Setiap tahun, sekitar 7 juta siswa SMA di seluruh dunia mengembangkan proyek-proyek riset orisinal dan mempresentasikan karya mereka di kompetisi sains lokal dengan harapan bisa mengikuti Intel ISEF. Hanya yang terbaik dan paling cerdas yang diundang untuk berpartisipasi dalam perayaan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika selama seminggu ini.  
11 pelajar wakil dari Indonesia ini merupakan pemenang kompetisi sains tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 
“Keahlian dalam matematika dan ilmu pengetahuan penting dimiliki oleh para pelajar Indonesia agar mereka menjadi kompetitif di masa depan. Intel berkomitmen untuk terus meningkatkan pendidikan di Indonesia melalui partisipasi aktif dalam program-program pendidikan dan menyediakan akses ke teknologi yang memungkinkan munculnya inovator masa depan,” imbuh Deva.
Kesebelas pelajar tersebut adalah:
  • Ahmad Aulia Justisiananto dan Galih Pradipto Wisnujati (SMA Negeri 1 Yogyakarta) dengan karya ilmiah berjudul Quadratic Tool, 
  • Dwi Indah Anggraini dan Gigih Setyawan (SMA Negeri 1 Salatiga, Jawa Tengah) dengan karya ilmiah berjudul Electromagnetic Energy Harvester to Power LEDs Illumination,
  • Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri (SMA Negeri 1 Sekayu, Sumatera Selatan) dengan karya ilmiah berjudul Green Refrigerant Box,
  • Alfy Fathnur Aziza (SMA Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur) dengan karya ilmiah berjudul Removal of Dissolved Heavy Metal Pollutant Using Tropical Peat Soils of Indonesia,
  • Edwin Luthfi Saputra dan Anisa Anisa (SMA Negeri 10 Malang, Jawa Timur) dengan karya ilmiah berjudul Go-Sengon: Sengon Wood for Wind Turbine Blades, dan 
  • Nur Amaliah dan Inayatul Azisah (SMA Negeri 1 Bulukumba, Sulawesi Selatan) dengan karya ilmiah berjudul How the Tallasa’ Kamase-Mase and Customary Law Saved the Tana-Toa Forest and Water Resources.

Tanggpan :
Ini merupakan kegiatan yang sangat positif, semoga ini terus dilanjutkan. Sehingga anak-anak indonesia dapat bersaing dengan anak luar negeri dan tidak ketinggalan oleh negara lainnya. Kegiatan seperti ini yang seharusnya diperbanyak oleh pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia.


Universitas Gunadarma

Populer Post