BlackBerry Messenger (BBM) saat ini dikenal sebagai layanan messenger yang dilengkapi dengan video calling. Namun ke depan, ada kemungkinan kalau BBM bakal dilengkapi dengan fitur video calling seperti yang ada pada Google Hangout atapun Skype milik Microsoft.
Kemungkinan mengenai keberadaan fitur video calling di BBM ini sebenarnya sudah dikonfirmasi oleh Direktur Senior Pengembangan Bisnis BBM BlackBerry, David Proulx. Dia mengatakan kalau perusahaannya memang tengah mempertimbangkan mengenai penambahan fitur baru berupa layanan VoIP. Namun dia tidak menjelaskan kapan fitur ini akan secara resmi hadir kepada para pengguna BBM.

Langkah penambahan fitur VoIP itu merupakan salah satu upaya BlackBerry untuk bisa memonetasi layanan BBM. Namun Proulx mengungkapkan kalau layanan VoIP ini bukanlah satu-satunya solusi monetisasi yang tengah dipertimbangkan oleh perusahaan asal Kanada ini.
Keberadaan fitur-fitur baru ini pun bertujuan untuk semakin mempopulerkan penggunaan BBM. Terlebih saat ini banyak bertebaran aplikasi messenger serupa yang mempunyai fitur tak kalah bagus. Jadi tidak ada salahnya kalau BlackBerry ingin memberikan fitur yang lebih baik.
Tanggapan :

Ini merupakan langkah yang baik untuk memenuhi layanan agar pengguna BBM merasa puas dengan layanan ini. Hal ini juga dilakukan untuk persaingan antar aplikasi messangger yang lain. Semoga BBM mengembangkan fitur-fitur aplikasi lainnya sehingga memberikan pelayanan yang semakin baik bagi penggunanya. 


Penulis :  Tofin Bravo 

CHIP.co.id – Microsoft baru saja menambal lubang keamanan Internet Explorer. Pembaruan keamanan ini berlaku untuk semua Windows yang menggunakan Internet Explorer versi 6 hingga 11. Yang mengejutkan, Microsoft juga masih memperhatikan pengguna Windows XP, meskipun mereka secara resm sudah mengumumkan tak lagi mendukung sistem operasi tersebut mulai 8 April 2014 yang lalu.
“Meskipun Windows XP sudah tak lagi didukung oleh Microsoft dan merupakan produk lama, namun kami tetap memberikan pembaruan untuk menjaga keamanan. Kami memutuskan untuk memberikan pembaruan untuk semua versi Windows XP," kata Microsoft dalam pernyataan resmi melalui blog.
Masalah keamanan pada browser Internet Explorer pertama kali ditemukan oleh FireEye Company yang merupakan perusahaan keamanan internet pada tanggal 26 April yang lalu. Lubang keamanan ini memungkinkan hacker untuk mengendalikan komputer dari jauh dengan memancing korbannya dengan halaman website yang dirancang khusus dan membawa malware berbahaya.
Solusi untuk memperbaiki Internet Explorer dapat diunduh secara langsung melalui program update pada Windows dan akan diaplikasikan pada IE 6 hingga IE 11. Keputusan Microsoft memberikan pembaruan untuk Windows XP karena faktanya 25% komputer di dunia masih menggunakan Windows XP.

Tanggpan:
Ini merupakan tindakan yang sangat baik karena  mereka memikirkan pengguna windows XP masih banyak dan merupakan konsumen setia windows. Dengan ini diharapkan keamanan yang diinginkan akan semakin meningkat dan tidak membuat para pengguna windows XP merasa terganggu dengan halaman website yang muncul sehingga membawa malware yang berbahaya. 



Penulis :  Tofin Bravo                                                                                                       



CHIP.co.id – Google baru saja merilis daftar perkembangan sistem operasi Android terbarunya. Sama seperti sebelumnya, Android KitKat meningkat pesat jika dibandingkan dengan tahun lalu mencapai 37%.
Google memperkirakan sistem operasi terbarunya tersebut saat ini digunakan hampir sebanyak 8,5% dari semua perangkat Android yang ada atau meningkat 5,3% jika dibandingkan bulan lalu. Sedangkan penguasaaan sistem operasi Android lainnya seperti Jelly Bean, Ice Cream Sandwich, dan Froyo semakin berkurang.
Berikut ini adalah daftar perkembangan sistem operasi Android KitKat 4.4 dalam tiga bulan terakhir:

Meskipun jika dibandingkan dengan sistem operasi dari Apple dianggap tidak sesuai, sistem operasi iOS7 berjalan hampir 87% dari semua perangkat berbasis iOS.
Tanggapan:
Ini merupakan hal positif pagi pengembang perangkat Google Kitkat untuk mengeluarkan os ini. Walaupun tidak sebaik apple namun ini merupakan pencapaian google kitkat yang sudah sangat baik. Semoga mereka mengembangkan kembali sistem operasi lainnya dan dapat mengimbangi apple.  


Penulis :  Nur Hasanah 

CHIP.co.id - Tim mahasiswa Ilmu Komputer UGM berhasil mengembangkan metode untuk memudahkan mendapatkan informasi terkait mitigasi bencana dalam sebuah aplikasi bernama Quick Disaster. 
Menurut rilis yang CHIP terima, aplikasi Quick Disaster ini mampu menampilkan langkah tahapan antisipasi berbagai bencana, seperti erupsi gunung berapi, tanah lonsor, topan tornado, gempa bumi, hujan abu vulkanik, banjir, kebakaran, dan tsunami. Namun sayangnya, aplikasi yang sedang dikembangkan tersebut hanya dapat diakses pada perangkat kacamata Google Glass yang berbasis visual dan suara.
Daniel Oscar Baskoro, salah satu anggota tim riset, mengatakan pemilihan Google Glasss sebagai perangkat untuk aplikasi Quick Disaster yang mereka buat ini dikarenakan informasi yang ditampilkan perangkat Google Glass jauh lebih cepat dan lebih ringkas ketimbang menggunakan perangkat mobile.
“Kita berpikir suatu saat perangkat digital ini akan melekat pada tubuh manusia seperti halnya dengan adanya teknologi jam pintar atau gelang pintar,” kata Daniel. Selain Daniel, Aplikasi Quick Disaster ini melibatkan empat orang mahasiswa lainnya Zamsyari, Bahrunur, Sabrina Anggraini, dan Maulana Rizki.
Seperti diketahui, Google Glass merupakan kacamata pintar hasil dari produk riset Perusahaan Google yang mampu memproses dan menampikan informasi layaknya smartphone
Aplikasi yang tengah dikembangakan mahasiswa UGM pada pada perangkat Google Glass ini bisa menampilkan informasi secara visual mengenai tahapan solusi untuk mengantisiapasi dampak bencana. Aplikasi ini menurut Sabrina Anggraini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengantisipasi bencana saat kejadian bencana berlangsung. 
Untuk saat ini, aplikasi Quick Disaster masih dalam tahap riset dan pengembangan, pasalnya beberapa fitur yang perlu masih disempurnakan. Menurut Sabrina, dalam waktu dekat, aplikasi ini akan dipresentasikan dalam konferensi internasional di Eropa dan Amerika.

Tanggapan :
Ini merupakan hasil kreativitas mahasiswa indonesia yang memperhatikan lingkungan sekitar dalam mengembangkan perangkat ini. Namun perangkat ini terlihat mahal dan sulit digunakan bagi kaum awam. Semoga setelah dipresentasikan di Eropa dan Amerika jika diterima, maka diharapkan akan disosialisasikan kepada masyarakat daerah yang memiliki rawan bencana paling besar.



Penulis :  Eko Lannueardy 


Foto: Arcor.de

CHIP.co.id - Anda pengguna Android, kini harus lebih wasapada. Pasalnya, sebuah ancaman atau malware terbaru mulai menyasar pengguna smartphone atau tablet yang identik dilambangkan dengan robot hijau. Malware itu disebut Ransomware yang teridentifikasi telah didistribusikan oleh sebuah kelompok yang dikenal dengan nama Reveton Team. Celakanya, malware tersebut sudah perjual-belikan ke sejumlah orang yang ingin menggunakannya.
Awalnya, malware serupa hanya ditemukan di PC berbasiskan Windows yang akhirnya kini menyebar menuju pengguna perangkat bergerak, seperti smartphone ataupun tablet. Oleh sebagian orang mengatakan bahwa sistem operasi Android masih cukup aman. Namun, tidak ada salahnya jika kita tetap waspada. Apalagi, saat ini banyak ditemukan aplikasi yang mencurigakan untuk mengambil keuntungan dari penggunanya.

Kembali kemasalah ancaman yang telah disebutkan, pertama kali malware ini akan menampilkan pesan yang berisi seakan-akan aplikasi antivirus yang terpasang di perangkat Android Anda tidak maksimal. Untuk itu, Anda diminta untuk meng-update antivirus yang bersangkutan. Apa yang selanjutnya dilakukannya adalah mengenkripsi file Anda lalu mengeluarkan sebuah pemberitahuan bahwa Anda telah menyimpan file-file ilegal. 
Selanjutnya, malware tersebut akan mengunci akses ke aplikasi yang ada dan meminta Anda untuk melakukan pembayaran guna membuka aplikasi tersebut dan agar terus bisa menggunakannya. Uniknya, seluruh interface malware ini terlihat begitu menyakinkan pengguna sehingga terlihat sebagai aplikasi yang sah. 
                                                                   


Bagian terburuk dari semua itu adalah saat Anda me-reboot perangkat, Anda tidak lagi bisa mengakses aplikasi yang ada di perangkat Android milik Anda. Tentu saja, masalah ini akan terus muncul dan sangat menggangu. Cara termudah yang bisa dilakukan adalah melakukan Factory Reset. Kendalanya, Anda akan kehilangan semua aplikasi dan data yang dimiliki. Tentu saja, tidak semua orang melakukan hal ini.

Guna mencegah hal tersebut tidak terjadi pada perangkat yang Anda gunakan, sudah sepatutnya install aplikasi antivirus yang terus di-update. Selain itu, jangan pernah mengunduh aplikasi yang mencurigakan dan juga berasal dari marketplace yang tidak jelas keberadaannya.
Cara lainnya, gali informasinya secara detail semua aplikasi yang ingin Anda install dan lakukan verifikasi secara manual. Hal ini tentunya berguna untuk menghindari aksi penipuan saat perangkat mengunduh atau meng-install yang aplikasi yang bersangkutan. Saat proses instalasi berjalan, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lainnya, seperti hak akses ke jaringan yang Anda gunakan.
Tanggapan :
Ini sangat membahayakan bagi pengguna Android, kita harus selalu waspada tentang aplikasi yang tiba-tiba muncul untuk meminta update dan aplikasi yang tiba-tiba minta diunduh. Sebagai pengguna android kita harus teliti dengan aplikasi yang akan diunduh dan membaca keterangan yang terdapat di aplikasi tersebut.

Penulis :  Eko Lannueardy 


CHIP.co.id - Tidak berhenti untuk merilis Galaxy S5, Samsung kabarnya sedang memperkaya lini smartphone terbarunya dengan membuat Galaxy S5 Mini. Seperti yang dikabarkan oleh Talk Android, Zabua salah satu situs online eksport/import telah memperlihatkan bocoran spesifikasi Samsung Galaxy S5 Mini.



Hadir dengan dukungan layar 4,5 inci (tepatnya 4,7 inci), smartphone ini juga mengusung teknologi Super AMOLED dengan resolusi 720p. Hal itu tentunya setingkat lebih baik dibandingkan S4 Mini (4,3 inci dengan resolusi 540 x 960). Spesifikasi lainnya yang turut diperlihatkan adalah penggunaan dapur pacunya yang memanfaatkan prosesor quad core Snapdragon 400 dari Qualcomm.
Berbeda dengan seri Galaxy S5, versi mini yang dikembangkan oleh Samsung rencananya hanya membekali RAM sebesar 1,5 GB dan bersanding utuh dengan media penyimpanan internal sebesar 16 GB. Lalu, bagaimana dengan kameranya? Galaxy S5 Mini membenamkan kamera utama 8 MP dan kamera sekunder 2 MP.
Salah satu fitur unggulan yang digadang-gadang oleh Samsung dengan hadirnya Galaxy S5 adalah dukungan sertifikasi IP67. Hal yang sama juga dilakukan oleh produsen smartphone asal Korea Selatan ini ke dalam Galaxy S5 Mini buatannya. Sertifikasi IP67 mengindikasikan bahwa perangkat tersebut dapat direndam ke dalam air selama 30 menit.
(Talk Android)

Tanggapan :
Ini merupakan kebiasaan samsung jika telah mengeluarkan smartphone yang baru, maka akan memunculkan versi mininya. Namun akan berbeda dengan yang baru, contohnya saja galaxy s5 mini yang RAM-nya telah dikurangi oleh pihak samsung dan keunggulan lain yaitu dapat direndam di air selama 30 menit. Sepertinya pihak samsung akan mengembangkan smartphone mereka agar lebih memuaskan penggunanya.


Universitas Gunadarma

Populer Post